Blog Review Center cerita tentang: kereta api, bisnis, manohara, ka'bah, menulis blog, budidaya jamur, jalur busway, training, cerita lucu, Joko Susilo, Cinta, wanita berkualitas, bisnis adsense, database program, konsep dagang, sandra dewi, Miss Earth, Lilin, HP Nokia, Agen Lampu, Acara TV, jumlah partai, computer, nomor mobil, grosir kelontong, wanita penyelamat, tips tips penting.
Tuesday, May 5, 2009
Bekerja Yang Benar
Bekerja dengan otak saja juga bisa repot karena hasilnya gak riil, gak bisa segera diterapkan. Contohnya para peneliti baik yang amatiran maupun yang karyawan, hasil risetnya tidak bisa langsung dipakai, harus dibuktikan dulu, dan ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit, sedangkan selama menunggu hasil sungguhan keburu perut sudah kelaparan. Mending kalau terus hasilnya bisa dipakai, dari sekian banya riset paling hanya 3% yang bisa diimplementasikan.
Kerja smart atau kalau bahasa Indonesianya kerja cerdas, atau kalau diistilahkan bahasa yang lain bisa dikatakan licik. Kerja cara ini memang membuat kita enak, kerja sedikit tapi hasilnya maksimal, tapi kebanyakan membuat orang lain sakit hati. Contohnya adalah para calo, missal calo mobil. Waktu orang gak tahu kalau dia itu calo, memang kita mau saja melalui lantaran calo ini, tetapi kalau kita tahu missal jual mobil dengan harga Rp. 60.000.000 terus ditawar ama calo ini jadi sampai Rp. 58.000.000, dengan berbagai alasan yang kadang tidak masuk akal, sehingga pembeli mau melepas dengan harga Rp. 58.000.000. Tapi setelah tahu bahwa ternyata mobil dijual dengan harga Rp. 60.000.000 dan calo untung 2 juta tanpa mengeluarkan dana sepeserpun, tentu saja penjual jadi kecewa, karena merasa sayang mengeluarkan 2 juta. Beda kalau calo ini bermodal, sehingga gak perlu tahu mobil akan dijual berapa. Calo di Bank missal, orang mau menukar duit dolar ke Rupiah, kurs dolar ke rupiah di Bank missal Rp. 10.000 sama calo kemudian disuruh melalui dia dengan alasan yang lama ngantri lah dan sebagainya, sehingga si penukar uang ini mau melalui calo ini. Setelah tahu kursnya missal beda Rp. 500,- per dolar maka si penukar uang ini merasa kecewa, karena ternyata tidak serumit yang dikatakan si Calo.
Maka kalau kerja itu tidak perlu membabi buta, kita kadang harus bekerja keras, harus mau bersusah payah, harus mau ngantri, tapi juga harus berfikir sebelum bekerja. Sehingga tidak dibodoh bodohi orang lain. Setiap transaksi harus jelas, jadi saling ikhlas dan tidak ada sakit hati. Begitu...
Wednesday, March 11, 2009
Cara Otak Bekerja
Petunjuk "melihat" gambar terlampir :
Kalau pandangan mata Anda mengikuti gerakan putaran bulatan warna PINK, maka hanya akan terlihat bulatan satu warna yaitu PINK .
Tapi kalau pandangan mata Anda ke tanda " +" hitam di tengah, maka bulatan yang berputar akan berubah warnanya menjadi HIJAU. Kemudian jika pandangan mata Anda konsentrasi penuh ke tanda "+ " hitam di tengah-tengah gambar, maka perlahan-lahan bulatan warna PINK akan menghilang, dan hanya akan terlihat satu saja bulatan yang berputar yaitu warna HIJAU ....
Sangat mengagumkan cara otak kita bekerja. Sebenarnya tidak ada bulatan warna hijau, dan bulatan warna pink juga tidak menghilang. Rasanya cukup membuktikan bahwa kita tidak selalu melihat apa yang kita pikir, dengan kata lain kita melihat sesuatu "bukan apa adanya" tapi "sebagaimana kita melihatnya" .
Kadang kita menghadapi suatu masalah merasa "sangat sulit" atau "sangat berat" (baik di tempat kerja, di keluarga, di lingkungan masyarakat maupun masalah pribadi diri sendiri), bahkan kadang terlintas pertanyaan di benak kita, kenapa demikian berat beban masalah/cobaan yang kita terima ? (padahal kalau kita menerima anugrah/hadiah/kenikmatan yang demikian besar, kita tidak pernah mempertanyakan nya, kenapa kok saya yang menerima). Dan kadang kita lupa dengan doa : berilah beban yang aku sanggup memikul nya....
Berat/ringan, kecil/besar, masalah/bukan masalah, sedih/gembira, hukuman/pahala, derita/bahagia.....dst. hanyalah "cara pandang" kita terhadap sesuatu ?
Suatu peristiwa/kejadian yang sama, namun jika melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda serta me-makna-i nya dengan berbeda kemudian menyikapinya dengan cara yang berbeda pula, maka hasil nya juga akan berbeda. Semua hanya ada di benak kita sendiri ! Karena otak kita lah yang membuatnya berbeda ! Jika suatu peristiwa yang negatif namun kalau kita memandang/memaknai nya sebagai hal yang positif dan kita menyikapi dengan cara yang positif maka hasilnya pun akan positif pula dan begitu sebaliknya...
Sunday, September 21, 2008
Management Resiko
dilakukan oleh setiap entitas dan pelaku bisnis, namun dalam
perkembangannya akhir-akhir ini praktisi bisnis mulai dituntut untuk
melakukannya secara profesional, terencana, dan terukur.
Enterprise Risk Management adalah cara-cara mendeteksi resiko, konsep
pengelolaan resiko, bagaimana proses manajemen resiko dan aplikasinya.
Metode yang digunakan dalam suatu pelatihan para manager untuk mendalami
management resiko ini adalah gabungan antara metode lektur dan studi
kasus dimana setiap peserta dapat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk
mengajukan pertanyaan dan/atau masalah yang dihadapinya demi mendapatkan
pemecahan.
Apa yang harus diketahui pada Management Resiko:
- Memahami akan pentingnya Penerapan Manajemen Resiko yang Efektif yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan
- Memahami COSO ERM Framework
- Memahami proses manajemen resiko dan teknik aplikasinya dalam operasional perusahaan sehari-hari
- Dengan menerapkan manajemen resiko secara tepat diharapkan akanm embantu manajemen perusahaan dalam pengembangan corporate governance dan melindungi kepentingan stakeholdernya.
Wednesday, September 17, 2008
Penyusunan Kontrak Bisnis
Jadi bagi pemegang jabatan ini atau bagi para calon pemegang jabatan iniseharusnya menguasai dasar-dasar penyusunan suatu kontrak dan juga aspekperbankan dan asuransi dalam penyusunan kontrak bisnis. Sehingga dalampenyiapan pemegang jabatan tersebut haruslah dibekali denganpengetahuan-pengetahuan seperti berikut:
- Pemahaman dasar-dasar penyusunan kontrak bisnis
- Penguasaan keterampilan melakukan negosiasi kontrak bisnis
- Pemahaman aspek perbankan dan perasuransian dalam penyusunankontrak bisnis
- Kemampuan merumuskan dan merancang draft kontrak bisnis.
Pelatihan pengetahuan tersebut bisa merupakan satu paket atau terpisahper materi, dengan detail pengetahuan untuk poin-poin diatas sepertiberikut ini:
- Pengertian dasar, tahapan dan anatomi Kontrak
- Peran inhouse councel dalam penyusunan kontrak
- Langkah-langkah pembuatan dan penelaahan Kontrak Bisnis
- Hal-hal yang harus dikuasai dan dilakukan oleh seorang inhousecouncel dalam setiap langkah
- Teknik negosiasi kontrak bisnis
- Identifikasikan pokok pikiran dan merumuskannya dalam kalimathukum berupa pasal-pasal
- Karakteristik kontrak bisnis di bidang perbankan
- Peraturan perundang-undangan yang perlu diperhatikan pada saatpenyusunannya
- Klausula-klausula yang bersifat spesifik
- Penyelesaian sengketa, serta contoh atau studi kasus kontrakbisnis di bidang perbankan Asas-Asas atau Prinsip-Prinsip Hukum yang meliputi dan berlakudalam perjanjian asuransi
- Syarat-syarat sahnya perjanjian asuransi
- Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses mengasuransikanatau melakukan pengcoveran asuransi dan bagaimana memilih perusahaanasuransi yang tepat
- Sengketa klaim asuransi serta penyelesaiannya.
Tuesday, August 26, 2008
Lobbying & Negotiation Skills for Managers
Para manager dan supervisor yang bertugas dalam bidang ini harus dibekali dengan pengetahuan baik dari tempat belajar formal atau dari training dan workshop yang dapat memberian wawasan, prinsip-prinsip dasar dan ketrampilan utama dalam melakukan lobi dan negosiasi. Pelatihan tersebut haruslah cukup padat, namun juga tetap memberikan kesempatan untuk role playing agar para manager maupun supervisor dapat merasakan aplikasi dari berbagai konsep yang diaplikasikan. Tugas yang harus dikuasai pada Job ini adalah:
- Dapat memahami prinsip-prinsip lobbying & negosiasi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat.
- Menguasai dan mampu mengembangkan teknik-teknik negosiasi secara efektif.
- Mampu menggunakan prinsip komunikasi yang tepat dalam bernegosiasi.
Dalam melakukan tugasnya para manager dan supervisor haruslah seorang yang senang bergaul terutama dengan para individu yang bersangkutan sehingga dalam negosiasi yang sesungguhnya diharapkan sudah mempunyai background yang sama dan paham terhadap sumber permasalahan. Jika masing masing pihak yang melakukan perundingan hanya tinggal menentukan kesepakatan pendapat atau nilai nilai yang saling menguntungkan.
Dalam pelatihan lobying hendaklah mencakup mengenai hal hal berikuti:
- Lobbying & Negosiasi Dalam Bisnis
- Masalah dan tantangan dalam lobbyingh & negosiasi
- Kompetisi vs integrasi
- Tiga unsur pokok negosiasi
- Persiapan Lobbying Negosiasi
- Kriteria sukses lobby & Lnegosiasi
- Identifikasi kekuatan dan kelemahan
- Aspek budaya
- Aspek Komunikasi
- Mendengarkan aktif dalam lobbying & negosiasi
- Mengatasi hambatan komunikasi dalam lobby & negosiasi
- Teknik Negosiasi
- Lima strategi pokok
- Sepuluh teknik dasar
- Teknik konsesi
- Praktek Negosiasi
- Persiapan negosiasi
- Proses negosiasi
- Evaluasi hasil
Monday, August 18, 2008
Good Corporate Governance
Dengan berlandaskan prinsip-prinsip Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi dan Fairness (TARIF) akan membawa perusahaan mencapai nilai tambah yang maksimal. Hal ini tentu saja akan membawa keuntungan besar tidak saja bagi shareholders, namun juga bagi stakeholders. Implementasi GCG pun bukan hanya miliki perusahaan besar saja, namun perusahaan skala menengah dan kecil pun dapat mengimplementasikan GCG, yang pada akhirnya akan menjadikan perusahaan semakin besar dan berkinerja baik.
Strategi
Strategi penyelenggaraan Eksklusif GCG adalah dengan Pemahaman Komprehensif Good Corporate Governance di Perusahaan antara lain:
- Karyawan dapat memahami konsep dasar Good Corporate Governance
- Karyawan memiliki pemahaman bagaimana cara mengimplementasikan GCG di perusahaan secara tepat guna dan sasaran
- Management dapat memahami tentang cara melakukan assessment GCG
- Management dan karyawan parameter-parameter penyebab terjadinya kegagalan pengelolaan perusahaan sebagai akibat dari bad corporate governance
- Management memiliki pemahaman yang memadai dan memecahkan masalah yang terjadi dalam praktik implementasi GCG.
Untuk memberikan pemahaman terhadap karyawan dan para management hendaklah dalam pelatihan atau training menggunakan metoda metoda seperti berikut:
- Presentasi
- Diskusi
- Studi Kasus